Teras Β» Literatur Store Β» Memoar Β» Jalan Terjal Menuju Kemandirian: Perjalanan Panjang Seorang Ahmad Sumbalawi

Jalan Terjal Menuju Kemandirian: Perjalanan Panjang Seorang Ahmad Sumbalawi

Rp 130.000

BUKU cEtak

VERSI E-BOOK

Description

Lahir dan dibesarkan di Desa Cinere, Kabupaten Bogor. Ahmad Sumbalawi menapaki pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dengan bekal nilai agama yang kuat sejak dini. Dibalik seluruh pencapaiannya saat ini, ada masa-masa kritis yang harus ia hadapi. Pada masa SMA ia mengalami kecelakaan tunggal yang hampir mengakhiri segalanya.

Nasib baik belum juga berpihak kepadanya. Setelah lulus S1, ginjal kirinya dinyatakan tidak berfungsi, sehingga ia harus menyusuri hari-harinya dengan satu ginjal. Berlanjut, suatu hari ia mulai merasakan keanehan pada tubuhnya. Warna kuku berubah menjadi kekuningan, diikuti kulit yang perlahan turut menguning. Seusai menjalani operasi ginjal dan pendarahan di lambung karena kehampaan dan keputusasaan …, ia ternyata divonis menderita hepatitis C akibat tranfusi darah saat mengalami pendarahan di lambung. Sungguh, ini adalah ujian yang tidak biasa.

Namun, hari-hari penuh cobaan itu akhirnya terlewati. Bisa bangkit dari beberapa kali masa kritis bukanlah pengalaman ringan. Ia dapat bertahan karena tak pernah berhenti berjuang dan memelihara keyakinan bahwa segala sesuatu pasti ada hikmahnya dan selalu percaya bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuannya.

Aktivitasnya sebagai mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) membentuk kecakapan akademik, kepemimpinan dan karakter. Karier profesionalnya dimulai dari perusahaan besar nasional dan multinasional seperti PT Pembangunan Jaya, PT HM Sampoerna, PT Jardine Matheson, PT Philips Indonesia, hingga PT Hutchison Ports Indonesia. Pengalaman internasional melalui berbagai pelatihan di Hongkong, Seattle, Singapura, Shanghai dan London semakin memperkaya wawasan serta kompetensinya.

Sepuluh tahun menjelang masa pensiun, ia menyiapkan babak baru sebagai wirausahawan. Dari bisnis distributor LPG, salon kecantikan bersama istri, hingga usaha pencucian mobil, langkah-langkah kecil itu menjadi fondasi berdirinya PT Sembilan Daya Manunggal (SDM9) beserta anak perusahaannya yang terus berkembang.

Kini, di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, ia juga aktif sebagai penggerak yayasan kemanusiaan, serta pembina generasi muda. Ahmad Sumbalawi tetap memegang satu prinsip hidup “sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain.”

Buku ini adalah refleksi tentang bagaimana seorang anak desa yang mengalami masa kritis. Kemudian terus menjaga sikap positive thinking, menjaga integritas, beradaptasi di dunia korporasi sebagai profesional. Lalu berani melompat menjadi pengusaha mandiri. Di dalamnya, pembaca akan menemukan nilai tentang perjuangan, kepemimpinan, kerja keras, kesiapan menghadapi perubahan, serta makna kebermanfaatan bagi sesama.

Inilah, sebuah persembahan …, memoar yang layak dibaca lintas waktu.

Rate this product

Penulis
Ahmad Sumbalawi
SKU
PLD10209
Sampul
Hardcover
Ketebalan
xviii + 274 halaman
Dimensi
15,5 x 23 cm
Penerbit
PT. Pusat Literasi Dunia
Tahun Terbit
Maret 2026
Kategori Buku
Berat
350 gram

BUKU LAINNYA

Teras
Layanan
Artikel
LStore
Komunitas