Dicari 1.000 Naskah Buku Siap Terbit

Penerbit Buku Gratis, spesial untuk penulis Indonesia yang karyanya ingin dijadikan buku dan siap disebarluaskan

Royalti hingga

30%
Kirim Naskah

Dorong Transformasi Pembelajaran SD, Dosen Universitas Majalengka Latih Guru Kembangkan Modul Ajar Berbasis Deep Learning.

Foto Kegiatan Training on the Development of Deep Learning-Based Teaching Modules to Strengthen Higher-Order Thinking Skills (HOTS)

Foto Kegiatan Training on the Development of Deep Learning-Based Teaching Modules to Strengthen Higher-Order Thinking Skills (HOTS)

Dorong Transformasi Pembelajaran SD, Dosen Universitas Majalengka Dr. Yuyun Dwi Haryanti, M.Pd. Latih Guru Kembangkan Modul Ajar Berbasis Deep Learning

Majalengka – Perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah pada peserta didik. Menjawab tantangan tersebut, Dosen Universitas Majalengka, Dr. Yuyun Dwi Haryanti, M.Pd, melaksanakan kegiatan pelatihan “Training on the Development of Deep Learning-Based Teaching Modules to Strengthen Higher-Order Thinking Skills (HOTS) at SD Negeri Heuleut 1, Majalengka.”

Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Heuleut 1 Kabupaten Majalengka ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru sekolah dasar melalui pengembangan perangkat pembelajaran inovatif.

Melalui pelatihan tersebut, para guru mendapatkan penguatan mengenai konsep pembelajaran berbasis deep learning serta praktik penyusunan modul ajar yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Guru didampingi untuk merancang aktivitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS).

Menurut Dr. Yuyun Dwi Haryanti,M.Pd, pembelajaran di era saat ini membutuhkan strategi yang mampu membawa siswa lebih dari sekadar mengingat informasi.

“Pembelajaran perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Guru perlu merancang aktivitas yang mendorong siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, menciptakan ide, serta menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata,” jelasnya.

Pada kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga melakukan praktik pengembangan modul ajar mulai dari identifikasi kebutuhan peserta didik, penyusunan tujuan pembelajaran, perancangan kegiatan berbasis masalah, hingga penyusunan asesmen yang mendukung HOTS.

Para guru SD Negeri Heuleut 1 menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Melalui pendampingan ini, guru diharapkan mampu menghasilkan modul ajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Dr. Yuyun Dwi Haryanti, M.Pd. menyampaikan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.

“Perguruan tinggi memiliki peran untuk hadir memberikan solusi dan pendampingan agar guru semakin siap menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar,” ungkapnya.

Kegiatan Training on the Development of Deep Learning-Based Teaching Modules to Strengthen Higher-Order Thinking Skills (HOTS) menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat profesionalisme guru sekaligus mendukung terciptanya pembelajaran yang inovatif, reflektif, dan berpusat pada peserta didik.

Dr. Yuyun Dwi Haryanti, M.Pd.

Penulis

5/5 - (2 votes)

ARTIKEL Lainnya

Teras
Layanan
Artikel
LStore
Komunitas
Item added to cart.
0 items - Rp 0