Dari Upeti Ke Kontribusi: Transformasi Socio-Legal Pungutan Pajak di Indonesia
Rp 123.000
BUKU cEtak
VERSI E-BOOK
Description
Setiap orang, tanpa sedar, terhubung dengan pajak. Saat membeli sembako, mengisi pulsa, menikmati kopi di warung, atau melintasi jalan kampung yang dibangun dari dana negara. Di sana ada jejak kontribusi. Namun anehnya, kata “pajak” kerap terasa jauh. Ia hadir di keseharian, tetapi jarang terasa sebagai milik bersama.
Buku ini lahir dari kegelisahan itu. Bagaimana mungkin sesuatu yang begitu dekat justru memunculkan jarak? Mengapa pajak lebih sering dipahami sebagai potongan, kewajiban, atau angka di lembar administrasi, alih-alih sebagai relasi antara warga dan negara?
Melalui alur yang mengalir seperti cerita, buku ini menelusuri perjalanan panjang pungutan negara. Dari upeti di kerajaan Nusantara, eksploitasi kolonial, pergolakan menuju kemerdekaan, konsolidasi negara baru, modernisasi Orde Baru, hingga transformasi digital dan demokrasi fiskal hari ini. Di sepanjang perjalanan itu, pajak diceritakan sebagai cermin hubungan kuasa, kepercayaan dan martabat.
Di dalamnya, pembaca diajak melihat pajak dari sudut yang lebih manusiawi. Dari perlawanan terhadap pajak kolonial hingga lahirnya gagasan “kontribusi” sebagai kontrak sosial fiskal negara modern. Dari definisi “iuran” di awal kemerdekaan hingga integrasi NIK sebagai NPWP dan arsitektur Core Tax. Semua perubahan itu menunjukkan satu hal: sistem boleh berganti, tetapi makna dan kepercayaan harus terus dibangun.
Buku ini ditopang oleh pemikiran hukum, sejarah, dan praktik kebijakan, namun ditulis agar dapat dijangkau siapa saja. Petani, pegawai pajak, mahasiswa, aktivis, atau warga yang bertanya sederhana: mengapa setiap bulan ada potongan di slip gaji dan ke mana arah semua itu?
Dari Upeti ke Kontribusi adalah ajakan untuk membuka percakapan yang jujur tentang relasi fiskal kita. Tentang keadilan yang dapat dirasakan. Tentang pajak yang suatu hari akan hadir sebagai kehormatan bersama dalam kehidupan bernegara.









