Literatur — Kamu pernah bertanya “bagaimana cara penerbit dalam menentukan judul buku yang tepat?” Dalam hal ini terdapat langkah-langkah khusus yang dapat ditiru oleh penulis pemula.
Daftar Isi Artikel
Membuat judul buku memamng memerlukan keterampilan khusus dari Tim Editorial. Kadang penulis membuat judul tidak sesuai target pasar yang akan dibidik.
Tak jarang, penulis bingung menentukan judul yang bagus dan menarik, ketika masuk penerbit buku dan diolah Tim Editorial—judulnya diganti dengan yang baru. Yang lebih tertarget dan menarik perhatian.
Membuat judul buku yang menarik adalah cara paling strategis unutk memikat pembaca dan meningkatkan daya jual sebuah buku.
Oleh sebab itu, pembuatan judul buku tidak boleh sembarangan.
Lalu, bagaimana sih cara membuat judul buku yang tepat, dari sudup pandang penerbitan buku?
Berikut ini adalah 10 langkah yang sering digunakan penerbit untuk membuat judul buku:
1. Memahami Tujuan Buku

Langkah pertama—sebelum mulai merumuskan judul, penting untuk memahami tujuan buku yang sudah dibuat.
Misalnya; apakah buku tersebut untuk menghibur, memberikan informasi, atau memecahkan masalah tertentu?
Pemahaman yang jelas tentang tujuan penulisan buku akan membantu dalam menentukan nada dan gaya judul yang sesuai.
Contoh:
- Buku fiksi dengan tujuan menghibur dapat memiliki judul yang lebih kreatif dan menarik.
- Buku non-fiksi yang memberikan solusi praktis mungkin memerlukan judul yang tegas dan informatif.
2. Mengenali Target Pembaca

Mengenali sasaran pembaca dapat mempermudah menentukan judul buku dengan tepat sasaran.
Cobalah pahami siapa target pembaca buku. Misalnya; apakah targetnya anak-anak, remaja, atau orang dewasa?
Menganalisis demografi pembaca, dapat membantu menyesuaikan gaya dan bahasa judul buku. Sehingga buku tersebut akan lebih resonan dan relevan bagi kalangan yang ditargetkan.
Contoh:
- Judul buku untuk anak-anak; lebih berwarna dan imajinatif.
- Buku untuk profesional; memerlukan judul yang lebih serius dan lugas.
3. Menggunakan Bahasa yang Menarik dan Relevan

Mungkin kamu pernah menemui judul buku yang terlalu panjang, atau judul buku dengan bahasa yang rancu. Nah, judul semacam itu kurang enak dibaca bukan?
Oleh karenanya, ketika membuat judul buku usahakan menggunakan bahasa yang menarik, relevan dan mudah dipahami banyak kalangan.
Artikel lainnnya: Cara Membaca Buku Agar Masuk Ke Otak
Penggunaan bahasa ini harus benar-benar dicermati, gunakan bahasa yang menarik dan sesuai dengan isi buku.
Pilih kata-kata yang memiliki daya tarik emosional atau intelektual. Jangan ragu untuk memasukkan “kata kunci” yang mencerminkan esensi buku.
Contoh:
- “Petualangan di Negeri Bajak Laut” untuk buku anak-anak.
- “Panduan Praktis Bisnis Kelontongan” untuk buku non-fiksi.
4. Mempertimbangkan Panjang Karakter dan Kekuatan Kata

Panjang karakter sebuah judul dan kekuatan kata-kata merupakan aspek penting dalam menentukan judul buku.
Judul buku yang efektif tidak selalu panjang. Terkadang, kata-kata singkat dan kuat justru lebih memukau.
Kemudian, pastikan bahwa judul mudah diingat dan bisa diucapkan dengan lancar. Manfaatkan kekuatan kata-kata agar pembaca terngiang-ngiang dengan judul bukunya.
Contoh:
“Petualangan di Negeri Dongeng” (judul buku pendek dan kuat)
VS
“Petualangan yang Tak Terlupakan di Negeri Ajaib yang Penuh Makana” (Judul buku panjang dan bertele-tele).
Kalau menurutmu, dari kedua judul di atas, lebih bagus menggunakan judul yang mana?
5. Menggunakan Teknik Intriguing (Bikin Penasaran)

Teknik yang satu ini juga bisa menjadi cara yang jitu ketika membuat judul buku. Yaitu dengan menggunakan teknik intriguing, atau membuat orang penasaran—ketika membacanya.
Misalnya dengan menambahkan unsur misteri, pertanyaan, atau ketidakpastian dalam judul Anda.
Teknik ini dapat memancing rasa ingin tahu pembaca dan mendorong mereka untuk membuka halaman pertama buku.
Contoh:
- “Rahasia Dibalik Kehamilan Putri Mentri” (misterius).
- “Apakah Kamu Bisa Mengubah Dunia?” (menggoda pertanyaan).
6. Menghindari Judul Klise atau Umum

Ketika membuat judul buku, usahakan untuk menghindari judul yang terlalu umum atau klise.
Pilih kata-kata yang unik dan mencerminkan keunikan isi buku. Ini membantu sebuah buku menjadi lebih mudah dibedakan di antara banyaknya judul buku yang beredar.
Contoh:
“Melangkah di Jalur yang Berbeda” (umum)
VS
“Tak Perlu Berpikir Lagi” (unik).
7. Melakukan Peninjauan Ulang

Sebelum mengambil keputusan akhir penentuan judul buku, biasanya judul buku di uji coba terlebih dahulu.
Di lingkungan penerbit, bisanya judul buku di review ulang oleh divisi lain. Ini fungsinya untuk mengecek apakah judul tersebut bisa diminati.
Lihat juga: Kekurangan Menerbitkan Buku Secara Mandiri
Misalnya divisi fiksi meminta bantuan divisi buku nonfiksi. Begitu sebaliknya, divisi non fiksi meminta peninjauan judul buku oleh divisi fiksi.
Kamu, selaku penulis dapat meminta bantuan untuk melakukan peninjauan atau uji coba kepada teman atau keluarga.
Sodorkan judul buku yang sudah kamu buat, lalu mintalah tanggapan mereka. Pandangan dari luar ini bisa memberikan perspektif berharga.
Karena, bisa jadi judul buku yang kamu buat sangat ambigu, atau tidak bisa dipahami orang pada umumnya.
8. Tambah Sentuhan Emosional

Langkah selanjutnya, jangan ragu untuk memasukkan sentuhan emosional ketika menentukan judul buku.
Sentuhan emosional dapat menciptakan koneksi yang kuat antara pembaca dan buku yang kamu tulis.
Pertimbangkan bagaimana judul bisa membangkitkan perasaan atau mencerminkan perjalanan emosional yang ada dalam cerita atau konten buku.
Contoh:
- “Renungan di Tepi Senja” (menggambarkan penyesalan dan sebuah perenungan).
- “Menyembuhkan Sisa Luka di Dada” (menciptakan rasa haru dan empati).
9. Sesuaikan Dengan Gaya Tulisan

Buatlah judul buku yang esensinya relevan dengan gaya tulisan atau genre buku yang ditulis.
Seseorang biasanya membeli buku berdasarkan kesukaannya terhadap genre buku tertentu. Misalnya ada yang suka novel petualangan, ada yang suka buku motivasi, atau ada yang suka novel romance.
Nah, genre inilah yang memengaruhi penentuan judul buku. Usahakan sesuai dan dapat menggambarkan genre sebuah buku.
Contohnya:
- “Misteri di Puncak Gunung Ciremai” (sesuai dengan genre misteri atau petualangan)
- “Kembalinya Sang Pahlawan” (cocok untuk genre fantasi atau pahlawan)
- “Membangkitkan Berpikir Kritis” (Cocok untuk buku self improvement)
Baca juga: Manfaat Literasi Buku Untuk Kehidupan Sehari-Hari
10. Menggambarkan Esensi Cerita

Terakhir, ketika membuat judul buku usahakan dapat memberikan gambaran singkat tentang apa yang diharapkan pembaca.
Caranya dapat dengan merangkum esensi cerita atau konten buku ke dalam judul. Ini akan membantu pembaca potensial memahami tema utama atau pesan yang ingin disampaikan penulis.
Contoh:
- “Melampaui Batas: Perjalanan Seorang Penjelajah” (menggambarkan tema petualangan dan eksplorasi).
- “Revitalisasi Bisnis: Membangun Kembali Kesuksesan” (menyoroti fokus pada pemulihan dan kesuksesan bisnis).
Dengan mengintegrasikan poin-poin tambahan ini, penulis dapat meningkatkan kualitas dan daya tarik judul buku.
Ingatlah bahwa judul bukan hanya sebagai label, tetapi juga sebagai gerbang pertama yang menghubungkan penulis dengan pembaca.
Setelah mendapatkan judul yang pas, cobalah minta saran dari orang lain. Atau kamu bisa berdiskusi langsung dengan tim editorial yang ada di penerbit buku, tempat kamu hendak menerbitkan buku.
Nah, itulah 10 cara bagaimana penerbit menentukan judul buku yang yang akan diterbitkan. Cobalah tips praktis ini ketika kamu ingin membuat judul buku untuk naskah yang sudah diketik.
Happy Writing ….
